PEMBUATAN TEPUNG PISANG
Oleh
:
ANANG
BUDI PRSETYO,SP
NIP.
19580727 198103 1 025
PPL
WIBI TIRIS I
1. PENDAHULUAN
Tepung Pisang
adalah hasil penggilingan buah pisang kering (gaple pisang). Produk ini digunakan untuk formulasi kue, dan
makanan bayi walaupun demikian, produk
ini belum banyak dikenal masyarakat. Pembuat tepung pisang mudah dilakukan, dan biayanya tidak mahal.
2. BAHAN
Pisang matang
petik yang kulitnya masih hijau dan daging buah masih keras. Pisang ini akan matang
konsumsi jika diperam.
3. PERALATAN
1)
Wadah pemanas pendahuluan. Alat ini
digunakan untuk memanaskan pisang berkulit yang akan dikupas. Untuk jumlah
kecil, pemanasan dapat dilakukan dengan periuk tanah. Untuk jumlah besar
pemanas dibuat dari drum bekas yang berdindin rangkap
2)
Pisau dan talenan. Alat ini digunakan
untuk mengupas, dan memotong – motong pisang.
3)
Alat perajang. Alat ini digunakan untuk
merajang (pemotongan) pisang mentah. Alat ini diperlukan jika pisang diolah
cukup banyak.
4)
Alat pengering. Alat ini digunakan unutk
mengering rajangan pisang. Berbagai tipe pengering tersedia untuk keperluan
tersebut.
5)
Alat penggiling. Alat ini diperlukan
untuk menggiling rajang pisang kering menjadi tepung pisang.
4. CARA
PEMBUATAN
1) Pemanasan dan Pengupasan.
Wadah pemanas
diletakkan di atas api (tungku atau kompor), kemudian dibiarkan sampai panas.
Setelah itu pisang dimasukkan sampai penuh, dan wadah ditutup. Sementara itu
api tetap dinyalakan. Jika pisang telah cukup mendapat pemanasan (biasanya
selama 15 menit), api dimatikan dan pisang dibiarkan dingin. Pisang yang telah
cukup mendapat pemanasan, kulitnya menjadi kusam dan layu, serta kulitnya tidak
bergetah lagi jika dikupas. Pisang yang telah dingin dikupas dengan pisau, atau
dengan bilah bamboo yang pipih yang dibentuk seperti mata pisau.
2) Pemotongan.
Pisang yang
telah dikupas dipotong-potong melintang atau menyerong. Semakin kecil ukuran
potongan semakin baik, karena akan semakin cepat kering jika dikeringkan.
3) Pengeringan.
Potongan pisang
dihamparkan di atas tampah atau nyiru yang anyamannya jarang. Setelah itu
dilakukan penjemuran sampai potongan pisang kering. Pengeringan dapat dilakukan
dengan menggunakan alat pengering. Pada saat langit berawan atau hari hujan,
tapi tidak tersedia alat pengering, pengeringan dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut : Di atas api (api unggun, api dapur dan api kompor) diletakkan seng gelombang
(jarang 20-30 cm). Diatas seng gelombang tersebut diletakkan tampah yang berisi
potongan pisang. Penjemuran atau pengeringan dilakukan sampai bahan
benar-benar
kering dengan tanda mngerasnya bahan, tapi mudah dipatahkan (rapuh). Hasil
pengeringan ini disebut dengan potongan pisang kering (gaplek pisang)
4) Penyimpanan gaplek pisang.
Gaplek pisang
dapat disimpan lama, jika bahan disimpan pada wadah tertutup yang tidak dapat
dimasuki oleh uap air dan serangga. Disarankan menggunakan kantong plastik tebal
untuk mengemas gaplek pisang, kemudian kantong tersebut dimasukkan ke dalam kotak
kaleng yang dapat ditutup rapat.
5) Penggilingan.
Gaplek pisang
digiling dengan alat penggiling, sampai halus (80 mesh). Hasil penggilingan ini
disebut dengan tepung pisang.
6) Penyimpanan tepung pisang.
Tepung pisang
harus disimpan pada wadah tertutup yang tidak dapat dimasuki oleh uap air dan
serangga. Disarankan menggunakan kantong plastik tebal untuk mengemas tepung pisang,
kemudian kantong tersebut dimasukkan ke dalam kotak kaleng yang dapat ditutup
rapat.
-------------------------------------------------o
O o-----------------------------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar